Kerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalimantan Timur

Samarinda (27/7). Yayasan Bumi bersama delapan CSO (civil society organization) yang fokus meyoroti isu lingkungan menandatangani perjanjian kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalimantan Timur. Kerjasama ini bertujuan untuk memperluas publikasi dokumen yang di miliki CSO melalui perpustakaan daerah, Beragam produk informasi berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam di Bumi Etam akan ditempatkan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalimantan Timur. (27/07/2017).

Penempatan bahan perpustakaan tersebut, merupakan sarana agar kebutuhan masyarakat atas informasi dalam pengelolaan SDA di Kaltim terpenuhi. Di sisi lain, hak atas informasi terjamin dengan baik dan dapat diakses dengan mudah karena sudah tersedia di dalam sektor layanan publik,  tutur Erma Wulandari (Program Manager – clickforest3.0) dalam keterangannya.

Adapun kelompok masyarakat sipil yang juga menandatangani perjanjian kerja sama tersebut adalah AMAN Kaltim, Yayasan BIOMA, JATAM Kaltim, Kawal Borneo Community Foundation, Pokja 30, Naladwipa Institute, Yayasan Prakarsa Borneo dan Pusat Kajian Kalimantan.

Pada forum yang sama, juga terselenggara kegiatan sosialisasi masyarakat sadar arsip. Dalam paparannya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Prof. Aswin,  menyampaikan tujuan dari kegiatan tersebut agar masyarakat terutama organisasi non pemerintah maupun organisasi politik dapat melestarikan dokumen penting terkait arsip kelembagaan.

“Selama ini semua pihak cenderung salah dalam mengartikan pelestarian dokumen atau pengelolaan arsip,  pemahaman terhadap arsip hanya terbatas pada dokumen seperti surat saja padahal semua kegiatan organisasi baik yang tertulis maupun terekam secara digital adalah sebagai arsip” turur Prof. Aswin.

Prof. Aswin menambahkan belajar dari pengalaman, organisasi apapun selama ini organisasi mempunyai hambatan dalam pengelolaan arsip yang berimbas pada efisiensi kinerja suatu organisasi, misalnya seorang staf bisa menghabiskan waktu yang cukup lama hanya untuk mencari dokumen lampau ketika dokumen tersebut dibutuhkan.

“Dengan adanya perkembangan teknologi pada saat ini, sebenarnya sangat mudah dalam pengelolaan arsip, banyak fasilitas atau wahana digital seperti google drive atau i cloud, wahana tersebut dapat digunakan untuk mempermudah pengarsipan sebuah dokumen atau risalah organisasi”, tutup Prof. Aswin. (RS)