[M3machine #4] Menyelamatkan Lahan dan Hutan Lewat Perhutanan Sosial


Rabu (19/4) 2017 bertempat di Hotel Aston Kota Samarinda, Yayasan Bumi menyelenggarakan M3Machine#4. Tema diskusi publik yang diangkat adalah “Menyelamatkan Lahan dan Hutan Lewat Perhutanan Sosial” . Diskusi tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat sipil berjumlah 39 orang, laki-laki maupun perempuan.

Tema tersebut berkaitan permasalahan yang dialami khususnya provinsi Kalimantan Timur ini berkaitan dengan tata kelola pengelolaan hutan. Pasalnya Kaltim merupakan provinsi yang mempunyai luas hutan terluas ke 3 dari 15 provinsi di Indonesia, yakni seluas  14.651.053 Hektar (ilmugeografi.com). Dengan luas hutan tersebut tidak lantas Prov. Kaltim terlepas dari permasalahan pengelolaan hutan yang lestari, sebagaimana amanat UUD 1945 yang mewajibkan agar sumber daya alam berdaya guna bagi kesejahteraan masyarakat.

Program Perhutanan Sosial (PS) merupakan upaya agar negara tidak menjadi pemegang “saham” mutlak untuk mengelola hutan, sejalan dengan kepentingan negara. Tapi peran serta warga negara terkhusus masyarakat adat juga turut serta untuk dapat mengelola hutan agar lestari, bagi masa yang akan datang.

“Kaltim di karuniai anugrah yang begitu besar, dengan hutan hujan tropis yang memiliki keaneka ragaman hayati, hutan yang dimanfaatkan sebagai sumber pangan dan hutan juga merupakan sumber spritualisme di Kaltim…” ungkap Yustinus, Program Officer BukaData Yayasan BUMI.

Menghubungkan dengan hal tersebut, Muhammad Nasir dari Prakarsa Borneo menyebutkan “Perhutanan Sosial mencakup 3 aspek yakni, mengurangi kemiskinan, ketimpangan sumber daya hutan yang ada dan resolusi konflik dan mensejahterakan masyarakat”.

Berkenaan dengan Perhutanan Sosial Prov. Kaltim telah membuat peta indikatif berkaitan dengan alokasi perhutsos, hal ini disampaikan oleh Alfaret selaku KS Pemberdayaan Masyarakat Hutan menegaskan bahwa “Pemerintah sudah membuat peta indikatif perhutsos di Kaltim seluas 660.782 Ha. Sudah terralisasi berupa HPHD 6 unit dengan luasan 27.000 Ha, HKM 1.900 Ha (Sungai Wain), Hutan Tanaman Rakyat (Kutim) 4.058 Ha, dengan Kemitraan sudah dilakukan tanda tangan nota kesepakatan kerjasama oleh 3 HTI dengan luasaan 5.000 Ha” ungkapnya mengawal pendiskusian.

Komitmen Prov. Kaltim dalam program Perhutanan Sosial juga turut menjadi ukuran bagi kinerja pemerintah, untuk turut serta menjaga hutan dengan melibatkan seluas-luasnya masyarakat. Agar Kaltim Green tidak sekedar menjadi slogan, yang justru jauh dari komitmen untuk kelayakan ruang hidup (R)